GELAP DALAM TERANG
Oleh Agung Maulana
Berdiri menahan tiang hati
Melawan semua kata hati
Bertahan karena jiwa tak bisa berlari
Dari Indahnya kasih seorang bidadari
Kini raga dan jiwa ini seperti tak berarti
Mencoba berlari mengejar pelangi
Dan Akhirnya aku berjalan letih
untuk mencari sebuah arti
Kini aku harus mencari cahaya yang lebih terang
Bidadari yang buat ku terbang melayang
'Menghapus semua kenangan masa silam
sesungguhnya cahaya jinggamu membodohi mataku
Gelap ini terus menutupi cahaya
Sampai sejaub ini pun aku semakin tak berdaya
Tetapi apadaya
Aku dan kamu bagai daratan dan langit
Aku merayap dan kau melayang
Dia pergi bersama cahaya jingganya
Hanya bisa memandang dan menyimpan luka
Sampai kapan gelap menutupinya
Mungkin kasih tak harus memiliki cinta
Kamis, 28 Agustus 2014
BROKEN HEARTH
Oleh Yoggi Valentin
Kesalahan Terbesarku,
Terlalu tinggi mengharapkanmu,
Terlalu berkhayal indah tentangmu,
Terlalu polos untuk kau jadikan lakon dalam sandiwaramu,
Senyuman kian membeku,
Tangisan pun kian melarut pilu,
Hati meluap penuh nanah,
Terlulai jatuh ditanah,
Kini sayap kananku t'lah patah,
Bahagia terenggut oleh derita,
Pola hidupku pun kian getir,
Sebab kesetiaanku kau sambarkan petir,
Pernah aku ingin benar padamu,
Kita berpeluk ciuman tidak jemu,
Sayang kini t'lah menjadi gambaran dimasa lalu,
Dan lenyap ditelan oleh sang waktu,
Tiada lagi canda tawa,
Tiada lagi nyanyian surga,
Tiada lagi penghibur lara,
Tiada lagi damai dalam jiwa,
Hanya ada Bintang penuh derita,
Hanya ada Langit yang kian terluka,
Tetapi,hanya ada satu jawaban dihati,
Kan Kulalui dan kujalani dengan kasih murni setulus hati.
Oleh Yoggi Valentin
Kesalahan Terbesarku,
Terlalu tinggi mengharapkanmu,
Terlalu berkhayal indah tentangmu,
Terlalu polos untuk kau jadikan lakon dalam sandiwaramu,
Senyuman kian membeku,
Tangisan pun kian melarut pilu,
Hati meluap penuh nanah,
Terlulai jatuh ditanah,
Kini sayap kananku t'lah patah,
Bahagia terenggut oleh derita,
Pola hidupku pun kian getir,
Sebab kesetiaanku kau sambarkan petir,
Pernah aku ingin benar padamu,
Kita berpeluk ciuman tidak jemu,
Sayang kini t'lah menjadi gambaran dimasa lalu,
Dan lenyap ditelan oleh sang waktu,
Tiada lagi canda tawa,
Tiada lagi nyanyian surga,
Tiada lagi penghibur lara,
Tiada lagi damai dalam jiwa,
Hanya ada Bintang penuh derita,
Hanya ada Langit yang kian terluka,
Tetapi,hanya ada satu jawaban dihati,
Kan Kulalui dan kujalani dengan kasih murni setulus hati.
PENJAHAT PERASAANKU
Oleh Alib Intan Nurjannah
Kutadahkan tanganku mengikat mimpi,
Kugenggam harapan bersama keyakinan,
bersama kau, kuikat keindahan..
Reaksi dunia menyejukan nafasku,
Ku jelaskan padamu setiap waktu,
bahwa aku mencintaimu..
Hatiku tersentak jatuh,
kala jarak ini membuatmu berbeda,
kau tak lagi sama,
kau tak lagi malaikat hariku,
kau macam penjahat bagi waktuku,
Bila ku rindukan kehadiran,
maka yang kautampakkan hanya ketiadaan,
bila kujelaskan seberapa rindu ini,
maka betapa banyak penolakan terhadapnya,
kau macam penjahat bagi rinduku,
Bila kugambar wajahmu dalam mimpi,
khayalanku smakin kuat merasakan,
apa itu harapan..
dan bersama lamunan tanpa alur,
sebuah airmata memberi kesaksian,
bahwa kau tak pernah adil.
tak pernah adil bagi rasa ini.
kau adalah penjahat perasaanku.
Didalam pengartian kata,
kau jelas berbeda..
bukan penjahat sesuatu yang tampak,
Tapi penjahat perasanku..
Kau memberiku betapa banyak kodecinta,
berapa banyak kepedulian,
namun saat kuingin penjelasan,
semua hanya bualan.
Aku fikir,,,
aku cukup mengerti arti cinta,
dengan mengenalmu, akumenguasai dunia..
namun filosofiku salah,
apa yang terlihat nampak,
hanya gumpalan imajinasiku semata,
oh penjahat perasaanku,
kita telah jauh bersimpangan,
bahkan sangat jauh..
tapi kau masih menjajah hatiku.
katakan padaku,,
bagaimana ketidak adilan ini cepat berlalu..
aku telah bosan,,
penjahat perasaanku,katakan kepadaku..
formula rahasiamu itu,
bagaimana mampu mengacuhkan
perasaan diatas kenyataan???
Oleh Alib Intan Nurjannah
Kutadahkan tanganku mengikat mimpi,
Kugenggam harapan bersama keyakinan,
bersama kau, kuikat keindahan..
Reaksi dunia menyejukan nafasku,
Ku jelaskan padamu setiap waktu,
bahwa aku mencintaimu..
Hatiku tersentak jatuh,
kala jarak ini membuatmu berbeda,
kau tak lagi sama,
kau tak lagi malaikat hariku,
kau macam penjahat bagi waktuku,
Bila ku rindukan kehadiran,
maka yang kautampakkan hanya ketiadaan,
bila kujelaskan seberapa rindu ini,
maka betapa banyak penolakan terhadapnya,
kau macam penjahat bagi rinduku,
Bila kugambar wajahmu dalam mimpi,
khayalanku smakin kuat merasakan,
apa itu harapan..
dan bersama lamunan tanpa alur,
sebuah airmata memberi kesaksian,
bahwa kau tak pernah adil.
tak pernah adil bagi rasa ini.
kau adalah penjahat perasaanku.
Didalam pengartian kata,
kau jelas berbeda..
bukan penjahat sesuatu yang tampak,
Tapi penjahat perasanku..
Kau memberiku betapa banyak kodecinta,
berapa banyak kepedulian,
namun saat kuingin penjelasan,
semua hanya bualan.
Aku fikir,,,
aku cukup mengerti arti cinta,
dengan mengenalmu, akumenguasai dunia..
namun filosofiku salah,
apa yang terlihat nampak,
hanya gumpalan imajinasiku semata,
oh penjahat perasaanku,
kita telah jauh bersimpangan,
bahkan sangat jauh..
tapi kau masih menjajah hatiku.
katakan padaku,,
bagaimana ketidak adilan ini cepat berlalu..
aku telah bosan,,
penjahat perasaanku,katakan kepadaku..
formula rahasiamu itu,
bagaimana mampu mengacuhkan
perasaan diatas kenyataan???
JATUH CINTA
Oleh Tiara Saputri
Apa kamu tau..
Kamu begitu penting untukku, sejak pertama kali bertemu
Lewat tatapanmu..
Lewat senyumanmu..
Lewat usahamu..
Yang membuatku mengenal lagi rasa jatuh cinta
Kau begitu indah ..
Hingga aku tertipu dengan caramu memikatku
Dan kini aku mencintaimu
Lewat cinta yang sesederhana itu
Namun kau malah menghilang
Menghilang dan membiarkan rasa ini tetap ada untukmu
JATUH CINTA
Oleh Ferry
Matamu indah seperti rembulan di malam hari
Wajahmu indah seperti sunset
Suaramu indah seperti burung yang sedang bernyanyi
Semua tentang mu itu indah sekali
Aku sangat ingin memiliki dirimu seutuhnya
Tapi kurasa tidak mungkin
Karena kau begitu sempurana buat diriku
Jika aku bisa memiliki dirimu
Aku akan mejaga mu selalu
Dan menyangi dirimu dengan sangat tulus
Aku akan selalu mendoakan dirimu
Sampai kelak kau bisa menjadi mili ku seutuhnya
SURAT TERAHIR UNTUK IBU
Oleh Zada Ilma Nafia
Ibu ..
Kau tau dimana sejatinya diriku
Aku berada di dalam tubuhmu
Aku berdetak tepat di dalam dadamu
Rasakan detakan jantung itu
Seakan seirama dengan perasaanmu
Ibu ..
Dimana ibu merindukanku
Disitu aku telah memelukmu setiap waktu
Dimana ibu butuh perlindunganku
Sesungguhnya aku selalu menjagamu
Ibu ..
hanya ini yang mampu kulakukan untukmu
meski kebencian telah menguasai ragamu
tapi aku yakin
Ada satu titik hati yang kau ukirkan namaku
Hal terindah dalam hidupku
Telah kurasakan di akhir hembusan nafasku
Kuberikan surat rinduku
Surat terakhir untuk ibu
Oleh Zada Ilma Nafia
Ibu ..
Kau tau dimana sejatinya diriku
Aku berada di dalam tubuhmu
Aku berdetak tepat di dalam dadamu
Rasakan detakan jantung itu
Seakan seirama dengan perasaanmu
Ibu ..
Dimana ibu merindukanku
Disitu aku telah memelukmu setiap waktu
Dimana ibu butuh perlindunganku
Sesungguhnya aku selalu menjagamu
Ibu ..
hanya ini yang mampu kulakukan untukmu
meski kebencian telah menguasai ragamu
tapi aku yakin
Ada satu titik hati yang kau ukirkan namaku
Hal terindah dalam hidupku
Telah kurasakan di akhir hembusan nafasku
Kuberikan surat rinduku
Surat terakhir untuk ibu
Sabtu, 16 Agustus 2014
NGIN BERSAMAMU
Puisi Ressa Elia
Aku tak prnah ingin melupakan dirimu.
Apalagi benci.
Sekian masa sekian cerita tlah kita lewati.
Suka dn duka brsama.
Sungguh berat untk kulupakan.
Sangat tak mungkin untk benci.
Karena kau sangat berkesan.
Karena kau sangat mendalam.
Percayalah kekasihku.
Hanya satu kau kasihku.
Dan hanya satu inginku.
Hidup bersama denganmu.
Puisi Ressa Elia
Aku tak prnah ingin melupakan dirimu.
Apalagi benci.
Sekian masa sekian cerita tlah kita lewati.
Suka dn duka brsama.
Sungguh berat untk kulupakan.
Sangat tak mungkin untk benci.
Karena kau sangat berkesan.
Karena kau sangat mendalam.
Percayalah kekasihku.
Hanya satu kau kasihku.
Dan hanya satu inginku.
Hidup bersama denganmu.
Langganan:
Komentar (Atom)